Senin, 03 November 2008

Peta Konsep Siklus Batuan




Slide Presentasi Siklus Batuan































Uraian Materi Geografi

SIKLUS BATUAN




Sebelumnya kita sudah tahu bahwa di bumi ada tiga jenis batuan yaitu batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf. Ketiga batuan tersebut dapat berubah menjadi batuan metamorf tetapi ketiganya juga bisa berubah menjadi batuan lainnya. Semua batuan akan mengalami pelapukan dan erosi menjadi partikel-partikel atau pecahan-pecahan yang lebih kecil yang akhirnya juga bisa membentuk batuan sedimen. Batuan juga bisa melebur atau meleleh menjadi magma dan kemudian kembali menjadi batuan beku. Kesemuanya ini disebut siklus batuan atau ROCK CYCLE.
Semua batuan yang ada di permukaan bumi akan mengalami pelapukan. Penyebab pelapukan tersebut ada 3 macam:
Pelapukan secara fisika: perubahan suhu dari panas ke dingin akan membuat batuan mengalami perubahan. Hujan pun juga dapat membuat rekahan-rekahan yang ada di batuan menjadi berkembang sehingga proses-proses fisika tersebut dapat membuat batuan pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi.
Pelapukan secara kimia: beberapa jenis larutan kimia dapat bereaksi dengan batuan seperti contohnya larutan HCl akan bereaksi dengan batu gamping. Bahkan air pun dapat bereaksi melarutan beberapa jenis batuan. Salah satu contoh yang nyata adalah “hujan asam” yang sangat mempengaruhi terjadinya pelapukan secara kimia.
Pelapukan secara biologi: Selain pelapukan yang terjadi akibat proses fisikan dan kimia, salah satu pelapukan yang dapat terjadi adalah pelapukan secara biologi. Salah satu contohnya adalah pelapukan yang disebabkan oleh gangguan dari akar tanaman yang cukup besar. Akar-akar tanaman yang besar ini mampu membuat rekahan-rekahan di batuan dan akhirnya dapat memecah batuan menjadi bagian yang lebih kecil lagi.
Setelah batuan mengalami pelapukan, batuan-batuan tersebut akan pecah menjadi bagian yang lebih kecil lagi sehingga mudah untuk berpindah tempat. Berpindahnya tempat dari partikel-partikel kecil ini disebut erosi. Proses erosi ini dapat terjadi melalui beberapa cara:
Akibat grafitasi: akibat adanya grafitasi bumi maka pecahan batuan yang ada bisa langsung jatuh ke permukaan tanah atau menggelinding melalui tebing sampai akhirnya terkumpul di permukaan tanah.
Akibat air: air yang melewati pecahan-pecahan kecil batuan yang ada dapat mengangkut pecahan tersebut dari satu tempat ke tempat yang lain. Salah satu contoh yang dapat diamati dengan jelas adalah peranan sungai dalam mengangkut pecahan-pecahan batuan yang kecil ini.
Akibat angin: selain air, angin pun dapat mengangkut pecahan-pecahan batuan yang kecil ukurannya seperti halnya yang saat ini terjadi di daerah gurun.
Akibat glasier: sungai es atau yang sering disebut glasier seperti yang ada di Alaska sekarang juga mampu memindahkan pecahan-pecahan batuan yang ada.
Pecahan-pecahan batuan yang terbawa akibat erosi tidak dapat terbawa selamanya. Seperti halnya sungai akan bertemu laut, angin akan berkurang tiupannya, dan juga glasier akan meleleh. Akibat semua ini, maka pecahan batuan yang terbawa akan terendapkan. Proses ini yang sering disebut proses pengendapan. Selama proses pengendapan, pecahan batuan akan diendapkan secara berlapis dimana pecahan yang berat akan diendapkan terlebih dahulu baru kemudian diikuti pecahan yang lebih ringan dan seterusnya. Proses pengendapan ini akan membentuk perlapisan pada batuan yang sering kita lihat di batuan sedimen saat ini.
Pada saat perlapisan di batuan sedimen ini terbentuk, tekanan yang ada di perlapisan yang paling bawah akan bertambah akibat pertambahan beban di atasnya. Akibat pertambahan tekanan ini, air yang ada dalam lapisan-lapisan batuan akan tertekan sehingga keluar dari lapisan batuan yang ada. Proses ini sering disebut kompaksi. Pada saat yang bersamaan pula, partikel-partikel yang ada dalam lapisan mulai bersatu. Adanya semen seperti lempung, silika, atau kalsit diantara partikel-partikel yang ada membuat partikel tersebut menyatu membentuk batuan yang lebih keras. Proses ini sering disebut sementasi. Setelah proses kompaksi dan sementasi terjadi pada pecahan batuan yang ada, perlapisan sedimen yang ada sebelumnya berganti menjadi batuan sedimen yang berlapis-lapis. Batuan sedimen seperti batu pasir, batu lempung, dan batu gamping dapat dibedakan dari batuan lainnya melalui adanya perlapisan, butiran-butiran sedimen yang menjadi satu akibat adanya semen, dan juga adanya fosil yang ikut terendapkan saat pecahan batuan dan fosil mengalami proses erosi, kompaksi dan akhirnya tersementasikan bersama-sama.
Pada kerak bumi yang cukup dalam, tekanan dan suhu yang ada sangatlah tinggi. Kondisi tekanan dan suhu yang sangat tinggi seperti ini dapat mengubah mineral yang dalam batuan. Proses ini sering disebut proses metamorfisme. Semua batuan yang ada dapat mengalami proses metamorfisme. Tingkat proses metamorfisme yang terjadi tergantung dari:
Apakah batuan yang ada terkena efek tekanan dan atau suhu yang tinggi.
Apakah batuan tersebut mengalami perubahan bentuk.
Berapa lama batuan yang ada terkena tekanan dan suhu yang tinggi.
Dengan bertambahnya dalam suatu batuan dalam bumi, kemungkinan batuan yang ada melebur kembali menjadi magma sangatlah besar. Ini karena tekanan dan suhu yang sangat tinggi pada kedalaman yang sangat dalam. Akibat densitas dari magma yang terbentuk lebih kecil dari batuan sekitarnya, maka magma tersebut akan mencoba kembali ke permukaan menembus kerak bumi yang ada. Magma juga terbentuk di bawah kerak bumi yaitu di mantle bumi. Magma ini juga akan berusaha menerobos kerak bumi untuk kemudian berkumpul dengan magma yang sudah terbentuk sebelumnya dan selanjutnya berusaha menerobos kerak bumi untuk membentuk batuan beku baik itu plutonik ataupun vulkanik.
Kadang-kadang magma mampu menerobos sampai ke permukaan bumi melalui rekahan atau patahan yang ada di bumi. Pada saat magma mampu menembus permukaan bumi, maka kadang terbentuk ledakan atau sering disebut volcanic eruption. Proses ini sering disebut proses ekstrusif. Batuan yang terbentuk dari magma yang keluar ke permukaan disebut batuan beku ekstrusif. Basalt dan pumice (batu apung) adalah salah satu contoh batuan ekstrusif. Jenis batuan yang terbentuk akibat proses ini tergantung dari komposisi magma yang ada. Umumnya batuan beku ekstrusif memperlihatkan cirri-ciri berikut:
Butirannya sangatlah kecil. Ini disebabkan magma yang keluar ke permukaan bumi mengalami proses pendinginan yang sangat cepat sehingga mineral-mineral yang ada sebagai penyusun batuan tidak mempunyai banyak waktu untuk dapat berkembang.
Umumnya memperlihatkan adanya rongga-rongga yang terbentuk akibat gas yang terkandung dalam batuan atau yang sering disebut “gas bubble”.
Batuan yang meleleh akibat tekanan dan suhu yang sangat tinggi sering membentuk magma chamber dalam kerak bumi. Magma ini bercampur dengan magma yang terbentuk dari mantle. Karena letak magma chamber yang relatif dalam dan tidak mengalami proses ekstrusif, maka magma yang ada mengalami proses pendinginan yang relatif lambat dan membentuk kristal-kristal mineral yang akhirnya membentuk batuan beku intrusif. Batuan beku intrusif dapat tersingkap di permukaan membentuk pluton. Salah satu jenis pluton terbesar yang tersingkap dengan jelas adalah batholit seperti yang ada di Sierra Nevada - USA yang merupakan batholit granit yang sangat besar. Gabbro juga salah satu contoh batuan intrusif. Jenis batuan yang terbentuk akibat proses ini tergantung dari komposisi magma yang ada. Umumnya batuan beku intrusif memperlihatkan cirri-ciri berikut:
Butirannya cukup besar. Ini disebabkan magma yang keluar ke permukaan bumi mengalami proses pendinginan yang sangat lambat sehingga mineral-mineral yang ada sebagai penyusun batuan mempunyai banyak waktu untuk dapat berkembang.
Biasanya mineral-mineral pembentuk batuan beku intrusif memperlihatkan angular interlocking.
Proses-proses inilah semua yang terjadi dimasa lampau, sekarang, dan yang akan datang. Terjadinya proses-proses ini menjaga keseimbangan batuan yang ada di bumi.

Foto-foto Siklus Batuan








Keterangan Foto:
Batuan beku (Foto 2) atau sering disebut igneous rocks adalah batuan yang terbentuk dari satu atau beberapa mineral dan terbentuk akibat pembekuan dari magma.
Batuan sedimen (Foto 3) atau sering disebut sedimentary rocks adalah batuan yang terbentuk akibat proses pembatuan atau lithifikasi dari hasil proses pelapukan dan erosi yang kemudian tertransportasi dan seterusnya terendapkan.
Batuan metamorf (Foto 1) atau batuan malihan adalah batuan yang terbentuk akibat proses perubahan temperatur dan/atau tekanan dari batuan yang telah ada sebelumnya.

Minggu, 02 November 2008

Jawaban UTS

JAWABAN UJIAN TENGAH SEMESTER
MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI

Kode Soal : 004

1. Sebutkan beberapa pengertian media menurut berbagai sumber!
Jawab :
Kata “media” berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti perantara atau pengantar. Akan tetapi sekarang kata tersebut digunakan, baik untuk bentuk jamak maupun mufrad. Kemudian telah banyak pakar dan juga organisasi yang memberikan batasan mengenai pengertian media.
Banyak pakar tentang media pembelajaran yang memberikan batasan tentang pengertian media.
- Menurut EACT yang dikutip oleh Rohani (1997 : 2) “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi”.
- Pengertian media menurut Djamarah (1995 : 136) adalah “media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai Tujuan pembelajaran”.
- Teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Jadi media adalah perluasan dari guru (Schram, 1977).
- Sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun audio visual, termasuk teknologi perangkat kerasnya (NEA, 1969).
- Alat untuk memberikan perangsang bagi siswa supaya terjadi proses belajar (Briggs, 1970).
- Segala bentuk dan saluran yang dipergunakan untuk proses penyaluran pesan (AECT, 1977).
- Berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar (Gagne, 1970).
- Segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa untuk belajar (Miarso, 1989).
Menurut Heinich, (1993) media merupakan alat saluran komunikasi. Media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak dari kata "medium" yang secara harfiah berarti "perantara" yaitu perantara sumber pesan (a source) dengan penerima pesan (a receiver). Heinich mencontohkan media ini seperti film, televisi, diagram, bahan tercetak (printed materials), komputer, dan instruktur. Contoh media tersebut bisa dipertimbangkan sebagai media pembelajaran jika membawa pesan-pesan (messages) dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Heinich juga mengaitkan hubungan antara media dengan pesan dan metode (methods). lihat informasi lengkap mengenai konsep media.
Selanjutnya ditegaskan oleh Purnamawati dan Eldarni (2001 : 4) yaitu:“Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga terjadi proses belajar”.

2. Bagaimana kedudukan media dalam pembelajaran?
Jawab :
Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam proses belajar dan pembelajaran adalah suatu kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri keberadaannya. Karena memang gurulah yang menghendaki untuk memudahkan tugasnya dalam menyampaikan pesan – pesan atau materi pembelajaran kepada siswanya. Guru sadar bahwa tanpa bantuan media, maka materi pembelajaran sukar untuk dicerna dan dipahami oleh siswa, terutama materi pembelajaran yang rumit dan komplek.
Setiap materi pembelajaran mempunyai tingkat kesukaran yang bervariasi. Pada satu sisi ada bahan pembelajaran yang tidak memerlukan media pembelajaran, tetapi dilain sisi ada bahan pembelajaran yang memerlukan media pembelajaran. Materi pembelajaran yang mempunyai tingkat kesukaran tinggi tentu sukar dipahami oleh siswa, apalagi oleh siswa yang kurang menyukai materi pembelajaran yang disampaikan.
Kedudukan media dalam pembelajaran ada dalam komponen metode mengajar sebagai salah satu upaya untuk mempertinggi proses interaksi antara guru dengan siswa dan antara siswa dengan lingkungan belajarnya. Oleh sebab itu, fungsi dari media dalam pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar, yaitu menunjang penggunaan metode mengajar yang dipergunakan guru.
Proses belajar mengajar atau proses pengajaran merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan, agar dapat memengaruhi para siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan para siswa menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku baik intelektual, moral, maupun social agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan mahluk sosial. Dalam mencapai tujuan tersebut siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur guru melalui proses pengajaran.
Lingkungan belajar yang diatur oleh guru mencakup tujuan pengajaran, bahan pengajaran, metodologi pengajaran, dan penilaian pengajaran. Unsur-unsur tersebut biasa dikenal dengan komponen-komponen pengajaran. Tujuan pengajaran adalah rumusan kemampuan yang diharapkan dimiliki para siswa setelah ia menempuh pelbagai pengalaman belajarnya (pada akhir pengajaran).
Bahan pengajaran adalah seperangkat materi keilmuan yang tersiri atas fakta, konsep, prinsip, genaralisasi suatu ilmu pengetahuan yang bersumber dari kurikulum dan dapat menunjang tercapainya tujuan pengajaran. Metodologi pengajaran adalah metode dan teknik yang digunakan guru dalam melakukan interaksinya dengan siswa agar bahan pengajaran sampai kepada siswa, sehingga siswa menguasai tujuan pengajaran.
Dalam metodologi pengajaran, ada dua aspek yang paling menonjol yakni metode mengajar dan media pembelajaran sebagi alat bantu mengajar. Sedangkan penilaian adalah alat untuk mengukur atau menentukan taraf tercapai-tidaknya tujuan pengajaran.

3. Apa dasar pertimbangan dari pengklasifikasian media pembelajaran?
Jawab :
Ada beberapa jenis media pengajaran yang biasa digunakan dalam proses pengajaran. Penggunaan beberapa jenis media tersebut tidak dilihat atau dinilai dari segi kecanggihan medianya, tetapi yang lebih penting adalah fungsi dan peranannya dalam membantu mempertinggi proses pengajaran.
Pada dasarnya media yang banyak digunakan untuk kegiatan pembelajaran adalah media komunikasi. Oleh karena itu dalam pembahasan taksonomi ini akan digunakan taksonomi yang dikemukakan oleh Haney dan Ulmer (1981).
Ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam pengklasifikasian ini. Salah satu cara diantaranya ialah dengan menekankan pada teknik yang dipergunakan dalam pembuatan media tersebut. Sebagai contoh, seperti gambar, fotografi, rekaman audio, dan sebagainya. Ada pula yang dilihat dari cara yang dipergunakan untuk mengirimkan pesan. Contoh, ada penyampaian yang disampaikan melalui siaran televisi dan melalui optik. Berbagai bentuk presentasi media yang kita terima, membuat kita sadar bahwa kita menerima informasi dalam bentuk tertentu. Pesan-pesan tersebut dapat berupa bahan cetakan, bunyi, bahan visual, gerakan, atau kombinasi dari berbagai bentuk informasi ini.
Masih banyak ciri yang membedakan media yang satu dengan yang lain, sehingga tidaklah mudah untuk menyusun klasifikasi tunggal yang mencakup semua jenis media. Faktor lain yang juga mempersulit klasifikasi ini ialah untuk menentukan apa yang termasuk dan apa yang tidak termasuk media. Sebagai contoh, beberapa ahli membedakan antara media komunikasi dan alat bantu komunikasi. Yang menjadi dasar utama dari pembedaan ini ialah apakah suatu sarana komunikasi dapat menyampaikan program secara lengkap atau tidak. Berdasarkan pembedaan ini, film dapat digolongkan sebagai media, karena film dapat menyampaikan pesan yang lengkap selama waktu putarnya. Sedangkan overhead transparansi (OHT) digolongkan sebagai alat bantu saja, karena OHT tidak dapat berdiri sendiri. Hal tersebut hanya dapat digunakan oleh instruktur untuk membantu menerangkan pembelajarannya. Walaupun pendapat ini masuk akal, tetapi di sini kita akan membahas media dalam perspektif yang lebih luas, yaitu semua alat atau bahan yang dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran, sesuai dengan pengertian media pembelajaran sebelumnya (di bagian depan).

4. Jelaskan tujuh kelompok media yang digunakan dalam proses pembelajaran!
Jawab :
Dengan menganalisis media melalui bentuk penyajian dan cara penyajiannya, kita mendapatkan suatu format klasifikasi yang meliputi tujuh kelompok media penyaji, yaitu a) Kelompok kesatu: grafis, bahan cetak, dan gambar diam; b) Kelompok kedua: media proyeksi diam; c) Kelompok ketiga: media audio; d) Kelompok keempat: media audio; e) Kelompok kelima: media gambar hidup atau film; f) Kelompok keenam: media televisi; dan g) Kelompok ketujuh: multimedia.

► Kelompok Kesatu: Media Grafis, Bahan Cetak, dan Gambar Diam
1. Media Grafis
MediaGrafis adalah media visual yang menyajikan fakta, ide, atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka, dan simbol/gambar. Grafis biasanya digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang.
2. Media Bahan Cetak
Media bahan cetak adalah media visual yang pembuatannya melalui proses percetakan/printing atau offset. Media bahan cetak ini menyajikannya pasannya melalui huruf dan gambar-gambar yang diilustrasikan untuk lebih memperjelas pesan atau informasi yang disajikan.
3. Media Gambar Diam
Media gambar diam adalah media visual yang berupa gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi. Jenis media gambar ini adalah foto.

► Kelompok Kedua: Media Proyeksi Diam
Media proyeksi diam adalah media visual yang diproyeksikan atau media yang memproyeksikan pesan, di mana hasil proyeksinya tidak bergerak atau memiliki sedikit unsur gerakan.
Jenis media ini di antaranya: OHP/OHT, Opaque Projektor, slide, dan Filmstrip.
► Kelompok Ketiga: Media Audio
Media audio adalah media yang penyampaian pesannya hanya dapat diterima oleh indera pendengaran. Pesan atau informasi yang akan disampaikan dituangkan ke dalam lambang-lambang auditif yang berupa kata-kata, musik, dan sound effect.
Jenis media audio di antaranya:
- Media radio;
- Media alat-alat perekam pita magnetik;
► Kelompok Keempat: Media Audio Visual Diam
Media audio visual diam adalah media yang penyampaian pesannya dapat diterima oleh indera pendengaran dan penglihatan, akan tetapi gambar yang dihasilkannya adalah gambar diamatau sedikit memiliki unsur gerak.
Jenis media ini antara lain media sound slide (slide suara), filmstrip bersuara, dan halaman bersuara.
► Kelompok Kelima: Film (Motion Pictures)
Film disebut juga gambar hidup (motion pictures) yang meluncur secara cepat dan diproyeksikan sehingga menimbulkan kesan hidup dan bergerak. Film merupakan media yang menyajikan pesan audio visual dan gerak. Oleh karena itu, film memberikan kesan yang impresif bagi pemirsanya.
Ada beberapa jenis film, di antaranya film bisu, film bersuara, dan film gelang yang ujungnya saling bersambungan dan proyeksinya tak memerlukan penggelapan ruangan.
► Kelompok Keenam: Televisi
Televisi adalah media yang menampilkan pesan secara audio visual dan gerak (sama dengan film). Jenis media televisi di antaranya: televisi terbuka (open broadcast television), televise siaran terbatas/TVST (Cole Circuit Televirion/CCTV), dan video-cassette recorder (VCR).
► Kelompok Ketujuh: Multimedia
Pengertian multimedia sering dikacaukan dengan pengertian multiimage. Multimedia merupakan suatu sistem penyampaian dengan menggunakan pelbagai jenis bahan belajar yang membentuk suatu unit atau paket. Contohnya suatu modul belajar yang terdiri atas bahan cetak, bahan audio, dan bahan audio visual. Sedangkan multiimage merupakan gabungan dari beberapa jenis proyeksi visual yang digabungkan lagi dengan komponen audio yang kuat, sehingga dapat diselenggarakan pertunjukan besar yang cocok untuk penyajian di suatu auditorum yang luas.

5. Apakah setiap kelompok media pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penggunaannya? Jelaskan dengan contoh konkret!
Jawab :
► Kelompok Kesatu: Media Grafis, Bahan Cetak, dan Gambar Diam
Kelebihan Media Grafis:
- Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang disajikan;
- Dapat dilengkapi dengan warna-warni sehingga lebih menarik perhatian siswa;
- Pembuatannya mudah dan harganya murah.
Kelemahan Media Grafis:
- Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk grafis yang lebih kompleks;
- Penyajian pesan hanya berupa unsur visual.
Kelebihan Media Bahan Cetak:
- Dapat menyajikan pesan atau informasi dalam jumlah yang banyak;
- Pesan atau informasi dapat dipelajari oleh siswa sesuai dengan kebutuhan, minat, dan kecepatan masing-masing;
- Dapat dipelajari kapan dan di mana saja karena nudah dibawa;
- Akan lebih menarik apabila dilengkapi dengan gambar dan warna;
- Perbaikan/revisi mudah dilakukan.
Kelemahan Media Bahan Cetak:
- Proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama;
- Bahan cetak yang tebal mungkin dapat membosankan dan mematikan minat siswa untuk membacanya;
- Apabila jilid dan kertasnya jelek, bahan cetak akan mudah rusak dan sobek.
Kelebihan Media Gambar Diam:
- Dibandingkan dengan grafis, media foto ini lebih konkret;
- Dapat menunjukkan perbandingan yang tepat dari objek yang sebenarnya;
- Pembuatannya mudah dan harganya murah.
Kelemahan Media Gambar Diam:
- Biasanya ukurannya terbatas sehingga kurang efektif untuk pembelajaran kelompok besar;
- Perbandingan yang kurang tepat dari suatu objek akan menimbulkan kesalahan persepsi.
► Kelompok Kedua: Media Proyeksi Diam
Kelebihan Media OHT/OHP
- Dapat digunakan untuk menyajikan pesan di semua ukuran ruangan kelas;
- Menarik, karena memungkinkan penyajian yang variatif dan disertai dengan warna-warna yang menarik;
- Tatap muka dengan siswa selalu terjaga dan memungkinkan siswa untuk mencatat hal-hal yang penting;
- Tidak memerlukan operator secara khusus dan tidak pula memerlukan penggelapan ruangan;
- Dapat menyajikan pesan yang banyak dalam waktu yang relatif singkat;
- Program OHT dapat digunakan berulang-ulang.
Kelemahan media OHT/OHP
- Memerlukan perencanaan yang matang dalam pembuatan dan penyajiannya;
- OHT dan OHP merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan, karena sebuah gambar dalam kertas biasa tidak diproyeksikan melalui OHP;
- Urutan OHT mudah kacau, karena merupakan urutan yang lepas.
Kelebihan dan Kelemahan Media Opaque Projektor
Kelebihan dan Kelemahan Media Opaque Projektor ini hampir mirip dengan kelemahan dan kelebihan OHP dan media slide.
Kelebihan Media Slide
- Membantu menimbulkan pengertian dan ingatan yang kuat pada pesan yang disampaikan dan dapat dipadukan dengan unsur suara;
- Merangsang minat dan perhatian siswa dengan warna dan gambar yang kongkret;
- Penyimpanannya mudah karena ukurannya kecil.
Kelemahan Media Slide
- Memerlukan penggelapan ruangan untuk memproyeksikan;
- Memerlukan biaya yang boleh dikatakan besar;
- Hanya dapat menyajikan gambar yang diam (geraknya terbatas walaupun dengan menggunakan lebih dari sebuah proyektor.
Kelebihan dan Kekurangan Media Filmstrip
Kelebihan filmstrip disbanding film slide adalah media filmstrip mudah penggandaannya karena tidak memerlukan bingkai, juga frame-frame filmstrip tidak akan tertukar karena merupakan satu kesatuan. Akan tetapi pengeditan dan perbaikan/revisi filmstrip relatif agak sukar, karena harus dilakukan di laboratorium khusus.
► Kelompok Ketiga: Media Audio
Kelebihan Media Radio
- Memiliki variasi program yang cukup banyak;
- Sifatnya mobile, karena mudah dipindah-pindah tempat dan gelombangnya;
- Baik untuk mengembangkan imajinasi siswa;
- Harganya relatif murah.
Kekurangan Media Radio
- Sifat komunikasinya hanya satu arah;
- Program siaran selintas, sehingga tidak bisa diulang-ulang dan disesuaikan dengan kemampuan belajar siswa secara individual.
Kelebihan Media Alat Perekam Pita Magnetik
- Pita rekaman dapat diputar berulang-ulang sesuai dengan kebutuhan siswa;
- Rekaman dapat dihapus dan digunakan kembali;
- Sangat efektif untuk pembelajaran bahasa;
- Mengembangkan daya imajinasi siswa.
Kekurangan Media Alat perekam Pita Magnetik
- Daya jangkauannya terbatas;
- Biaya penggandaan alatnya relatif lebih mahal dibanding audio.
► Kelompok Keempat: Media Audio Visual Diam
Kelebihan dan Kekurangan Media Audio Visual Diam
Kelebihan dan kekurangan media ini tidak jauh berbeda dengan media proyeksi diam. Perbedaannya adalah adanya aspek suara pada media audio visual diam.


► Kelompok Kelima: Film (Motion Pictures)
Kelebihan Media Film
- Memberikan pesan yang dapat diterima secara lebih merata oleh siswa;
- Sangat bagus untuk menerangkan suatu proses;
- Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.
Kekurangan Media Film
- Harga produksinya cukup mahal;
- Pembuatannya memerlukan banyak waktu dan tenaga;
- Memerlukan penggelapan ruangan.
► Kelompok Keenam: Televisi
Kelebihan Media Televisi Terbuka
- Informasi/pesan yang disajikannya lebih aktual;
- Jangkauan penyebarannya sangat luas;
- Sangat bagus untuk menerangkan proses;
- Mengatasi keterbatasan ruang dan waktu.
Kelemahan Media Televisi Terbuka
- Programnya tidak dapat diulang-ulang sesuai kebutuhan;
- Sifat komunikasinya hanya satu arah;
- Gambarnya relatif kecil.
Kelebihan dan Kelemahan Media Televisi Siaran Tarbatas (TVST)
Kelebihan televisi siaran terbatas ini dibandingkan dengan televisi terbuka di antaranya adalah komunikasi dapat dilakukan secara dua arah, kebutuhan siswa dapat lebih diperhatikan dan terkontrol. Sedangkan kelemahannya adalah jangkauannya relatif terbatas.

Kelebihan dan Kelemahan Media Video Cassette Recorder (CCTV)
Secara umum, kelebihan media CCTV sama dengan kelebihan yang dimiliki oleh media televisi terbuka. Selain itu, media VCR ini memiliki kelebihan lainnya yaitu programnya dapat diulang-ulang. Akan tetapi kelemahannya adalah jangkauannya terbatas.
► Kelompok Ketujuh: Multimedia
Kelebihan Multimedia
- Siswa memiliki pengalaman yang beragam dari segala media;
- Sangat baik untuk kegiatan belajar mandiri;
- Dapat menghilangkan kebosanan siswa karena media yang digunakan lebih bervariasi.
Kelemahan Multimedia
- Biayanya cukup mahal;
- Memerlukan perencanaan yang matang dan tenaga yang professional.

6. Bagaimana mendesain media pembelajaran agar proses belajar menjadi menarik dan menyenangkan bagi warga belajar?
Jawab :
Media merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembelajaran. Melalui media proses pembelajaran bisa lebih menarik dan menyenangkan (joyfull learning), misalnya siswa yang memiliki ketertarikan terhadap warna maka dapat diberikan media dengan warna yang menarik. Begitu juga halnya dengan siswa yang senang berkreasi selalu ingin menciptakan bentuk atau objek yang diinginkannya, siswa tersebut dapat diberikan media yang sesuai, seperti plastisin, media balok bangun ruang, atau diberikan media gambar lengkap dengan catnya. Dengan menggunakan media berteknologi seperti halnya komputer, amat membantu siswa dalam belajar, seperti belajar berhitung, membaca dan memperkaya pengetahuan.
Program permainan (games) pada komputer banyak yang berisi tentang pembelajaran yang dikemas sangat menyenangkan buat siswa, sehingga siswa seolah tidak merasa sedang belajar.
Sebaik-baiknya media yang digunakan dalam pembelajaran adalah memiliki tingkat relevasi dengan tujuan, materi dan karakteristik siswa. Dilihat dari wewenang dan interaksinya dalam pembelajaran, guru adalah orang yang paling menguasai materi, mengetahui tujuan apa yang mesti di buat dan mengenali betul kebutuhan siswanya. Dengan demikian, alangkah baiknya kalau media juga dibuat oleh guru, karena guru yang mengetahui secara pasti kebutuhan untuk pembelajarannya, termasuk permasalahan-permasalahan yang dihadapi siswa pada materi yang diajarkannya. Disinilah peran guru sebagai kreator yaitu menciptakan media yang tepat, efisisen dan menyenangkan bagi siswa.
Media yang dapat dibuat guru tidak terbatas jenis dan bentuknya, tergantung hasil pemilihannya mana yang paling tepat. Dari sekian banyak media yang cocok untuk Sekolah Dasar, diantaranya media grafis seperti poster, bagan, diagram, kartun, flipchart dan lain-lain. Selain itu media yang umum digunakan sekarang adalah media berbasis komputer seperti media presentasi. Oleh sebab itu tepat jika guru mampu membuat media minimal media grafis dan media presentasi berbantuan komputer.
Keberhasilan penggunaan media, tidak terlepas dari bagaimana media itu direncanakan dengan baik. Media yang dapat mengubah perilaku siswa (behaviour change) dan meningkatkan hasil belajar siswa tertentu, tidak dapat berlangsung secara spontanitas, namun diperlukan analisis yang komprehensif dengan memperhatikan berbagai aspek yang dapat mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Aspek-aspek tersebut diantaranya tujuan, kondisi siswa, fasilitas pendukung, waktu yang tersedia dan kemampuan guru untuk menggunakannya dengan tepat. Semua aspek tersebut perlu dituangkan dalam sebuah perencanaan pembuatan media. Dengan demikian, pelajarilah BBM ini dengan cermat sehingga Anda mampu merancang media dengan baik sehingga pada akhirnya akan mampu meningkatkan mutu pembelajaran.

7. Apakah pembelajaran Geografi membutuhkan media pembelajaran? Mengapa?
Dalam menyampaikan materi (bahasan) tentang suatu disiplin ilmu tertentu, sudah seharusnyalah memerlukan media pembelajaran. Begitu juga dalam kegiatan belajar dan pembelajaran Geografi.
Geografi merupakan disiplin ilmu yang sudah ada sejak masa lalu, hal ini tidak terlepas dari banyaknya ilmuwan atau ahli-ahli Geografi yang terkenal pada masa itu. Dari hari ke hari, perkembangan disiplin ilmu ini (Geografi) sangat pesat. Hal ini didukung dengan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK). Penginderaan Jauh, Kartografi, Sintem Informasi Geografi (SIG) merupakan cabang ilmu Geografi yang sudah sangat berkembang. Oleh karena itu, diperlukan banyak media pembelajaran Geografi untuk memudahkan para siswa mengenali dan menjelajahi ilmu ini.
Dalam mempelajari Penginderaan Jauh (Inderaja) misalnya, diperlukan banyak media pembelajaran. Media pembelajaran tersebut dapat berupa media Visual (Peta, Citra Satelit, Komputer, dan lain-lain), Film, Foto, dan lain sebagainya.

8. Sebutkan media pembelajaran yang cocok untuk menjelaskan tentang antroposfer?
Sebagaimana kita ketahui, ciri-ciri dari suatu ilmu adalah:
- Memiliki objek studi;
- Memiliki ruang lingkup (scope);
- Memiliki asas-asas (prinsip-prinsip) tertentu;
- Menerapkan dan mengembangkan metode-metode tertentu;
- Mengembangkan konsep dan generalisasi yang sesuai; dan
- Mengembangkan dan menerapkan berbagai teori.
Selain halnya ilmu-ilmu yang lain, Geografi sebagai suatu disiplin ilmu juga mempunyai objek studi. Sebagimana kita ketahui bahwa objek studi Geografi adalah Geosfer yang terdiri dari:
a. Atmosfer;
b. Lithosfer;
c. Hidrosfer;
d. Biosfer; dan
e. Antroposfer.
Dari kelima objek studi Geografi di atas, Antroposfer merupakan bagian yang sangat penting untuk dipelajari. Hal ini dikarenakan di dalam antroposfer ini terdapat manusia yang mendiami ruang muka bumi ini. Untuk itu, diperlukan pembelajaran yang efektif dan efisien untuk mempelajari antroposfer tersebut.
Dalam mempelajari antroposfer, para guru dapat menggunakan media pembelajaran berupa film dokumenter, foto atau gambar yang di dalamnya terdapat aktivitas sosial-ekonomi penduduk, media grafis (bagan, diagram, grafik), serta masih banyak lagi media pembelajaran yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang antroposfer.